Selasa, 04 Desember 2012

PENGENALAN MIKROSKOP



 
PENGENALAN MIKROSKOP
                           (Laporan Praktikum Biologi Pertanian)









Oleh :
Fahru Baharudin Asnawi
EID312043
Kelompok IV




PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2012


 
 

PENDAHULUAN
Latar belakang
          Panca indra manusia memiliki kemampuan daya pisah yang sangat terbatas. Oleh karna itu banyak masalah mengenai benda atau organisme yang akan diamati hanya dapat di periksa dengan menggunakan alat bantu. Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan, terutama dalam bidang biologi, adalah mikroskop. Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan dapat mengamati objek yang sangat halus sekalipun.
          Mikroskop merupakan alat bantu utama yang diperlukan dalam melakukan pengamatan dan penelitian karena dapat dipergunakan untuk mempelajari struktur dan bentuk-bentuk benda yang sangat kecil. Mikroskop ada 2 macam yaitu, mikroskop elektron dan mikroskop optik.
          mikroskop dalam (bahasa yunani: Micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar.. dalam perkembangannya mikroskop mampu mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga mikroskop memberikan kontribusi penting dalam penemuan mikroorganisme dan perkembangan sejarah mikrobiologi. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau kadang-kadang disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik. Dapat di amati dengan mikroskop. Salah satu penemu sejarah mikrobiologi dengan mikroskop adalah antonie van leeuwenhock (1632-1723) tahun 1675 antonie membuat mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik, dengan menumpuk lebih banyak lensa sehingga dia bisa mengamati mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan bunga, juga dari air laut dan bahan pengorekan gigi. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’.
Leeuwenhock bukanlah satu-satunya peneliti yang menggunakan mikroskop, Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931. Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986. Mikroskop yang pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet, namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemonstrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu)  
         
Tujuan
          Pratikum ini bertujuan untuk mengenali bagian-bagian mikroskop, memahami dan terampil menggunakannya, juga dapat mengamati susunan jaringan dan bentuk-bentik sel pada tumbuhan.







 
TINJAUAN PUSTAKA
          Mikroskop merupakan alat bantu utama yang diperlukan dalam melakukan pengamatan dan penelitian karena dapat dipergunakan untuk mempelajari struktur dan bentuk-bentuk benda yang sangat kecil. Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium yang berarti melihat(penglihatan).
Pada 1674 Leeuwenhok dengan menggunakan mikroskop sederhana, dia dapat melihat mikroorganisme. Mikroorganime terlihat dari setetes air danau yang diamati dengan menggunakan suatu lensa gelas. Benda-benda itu disebut ‘animalcules’ terlihat dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna. Leeuwenhoek mengamati organisme yang dikorek dari sela-sela giginya. Kemudian hasil pengamatannya digambarkan dalam bentuk sketsa sel bakteri dengan bentuk seperti bola, batang, dan spiral sama seperti bentuk bakteri yang dikenal pada saat ini.
        jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.
          Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, nomarski dic, dan konfokal).
          Adapun bagian-bagian dari mikroskop cahaya yang terdiri dari alat-alat optic dan non-optic yang yang meliputi :
1. lensa okuler
adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang bersifat maya, tegak dan di perbesar (perbesaran 5x, 10x atau 15x).
2. Lensa objektif
Memperbesar bayangan yang diamati(perbesaran 4x, 10x dan 40x), lensa cembung, dekat dengan objek, bayangan akhir yang diamati bersifat maya, tegak, dan di perbesar.
3. Lensa kondensor
adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Bagian –bagian mikroskop yang lainya adalah :
1.    Revolver , berguna untuk memilih lensa obyektif yang akan di gunakan.
2.    Tabung mikroskop, tabung yang menghubungkan lensa okuler dan lensa obyektif.
3.    Makrometer merupakan alat untuk menggerakan tabung sehingga obyek yang terfokuskan dapat terlihat
4.    Micrometer  merupakan alat untuk menggerakan tabung secara lebih halus dan teliti. Alat ini dipakai setelah memutar skrup pengarah kasar namun objek masih terlihat kabur.
5.    Meja sediaan(meja prepat) tempat meletakkan specimen / preparat yang diamati, pada bagian tengahnya terdapat lubang untuk melewatkan sinar. Pada sisi prepat terdapat dua penjepit untuk memegang kaca objek.
6.    Kondensor, untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan dipantulkan pada objek.
7.    Diafragma, terletak dibawah kondensor. Diafragma berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke objek.
8.    Cermin, untuk mengarahkan cahaya pada objek. Permukaan yang satu merupakan cermin datar dan yang lainnya merupakan cermin cembung..
9.    Pemegang mikroskop, merupakan tempat pemegang pada waktu mengangkat mikroskop.
10.     Kaki mikroskop yang kukuh dan berat berguna supaya mikroskop dapat berdiri dengan stabil.




 
BAHAN DAN METODE
Bahan dan alat
1.      Mikroskop cahaya manokuler dan binokuler.
2.      Kaca benda, kaca penutup, pinset, pipet tetes, air dan prepat.
          Bagian-bagian mikroskop
1.      Bagian mekanis
1.1  kaki dasar / basis: dapat berbentuk tapal kuda, persegi atau bentuk yang lain.
1.2  Pilar, lengan dan engsel penggerak berfungsi untuk mengatur kedudukan mikroskop sesuai keinginan.
1.3  Meja benda : tempat untuk meletakan benda/objek yang akan diamati. Pada bagian tengah meja terdapat lubang yang berfungsi untuk meloloskan cahaya dari cermin pemantul.di bawah meja terdapt sub panggung yang melekat pada kondesor yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke objek yang diamati. Di bawah kondesor terdapat diafragma utnuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang di perlukan.
1.4  Sekrup penggerak sediaan/objek berfungsi untuk menggerakan objek ke muka dan ke belakang(sekrup atas) menggerakan sediaan ke kiri dan ke kanan(sekrup bawah).
1.5  Sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan jumlahnya 2 buah atau menjadi satu yang mempunyai 2 fungsi yaitu sebagai pengatur atau penggerak kasar(makrometer) dan halus(micrometer).
2.      Bagain optic
2.1  cermin berfungsi untuk memantulkan cahaya dari suber cahaya ke objek yang sedang di amati.
2.2  Lensa kondesor berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke objek yang diamati.
2.3  Diafragma berfungsi untuk mengatur itensitas cahaya yang di perlukan saat sedang mengamati objek.
2.4  Lensa objektif yang letaknya dekat dengan sediaan biasanya terdapat 2 atau 3 lensa yang di pasang sekaligus pada kiroskop dengan 3 lensa objektif yaitu 4X, 10X dan 40X.
2.5  Lensa okuler terletak pada bagian atas berdekatan dengan mata apabila seorang mengamati objek dengan mikroskop, lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran 5X, 10X, 12,5X dan 15X.



prosedur kerja
1. Memelihara mikroskop
1.1  mikroskop harus selalu diangkat dan di bawa dalam posisi tegak.
1.2  Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa objektif lemah berjarak ± 1cm dari atas meja benda.
1.3  Aturlah penjepit sediaan dengan rapid an cermin pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel.
1.4  Setiap akan menggunakan mikroskop, bersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dan bahan yang halus(flannel).
2. Mencari bidang penglihatan
2.1  Naikan tabung menggunakan makrometer(pemutar kasar) hingga lensa objektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar.
2.2  Tempatkan lensa objektif pembesaran lemah(4X atau 10X) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik(posisinya satu poros dengan lensa okuler)
2.3  Bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke belakang.
2.4  Aturlah bentuk cermin ke arah cahaya, sehingga terlihat lingkaran yang sangat terang di dalam lensa okuler, mikroskop siap digunakan.
3. Mencari bayangan sediaan
3.1  naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer hingga jarak antara lensa objektif dengan permukaan meja ±3cm.
3.2  letakkan sediaan di tengah-tengah lubang meja benda.
3.3  Putarlah makrometer ke belakang sampai penuh(perlahan dengan hati-hati)
3.4  Bidikan mata ke lensa okuler.
3.5  Untuk mendapatkan pembesaran yang kuat, putar revolver dan lensa objektif yang sesuai.
4. Pengukuran mikroskopis/micrometer
Untuk mengetahui ukuran objek yang diamati dengan mikroskop dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut micrometer objektif dan micrometer okuler.
5. Menggambar hasil
Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk gambar, yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan(manual) disertai dengan judul dan keterangan.

Waktu dan tempat
          Pratikum ini dilaksanakan pada hari senin, 17 september 2012, pada pukul 14.00-15.00 WITA, bertempat di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.




 
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
A.     Gambar mikroskop


 

















Gambar 1

B.Gambar Sumbucus.st.stem



 


















Gambar 2


Keterangan gambar 1 :
1. Lensa okuler
2. Tabung
3. Makrometer
4. Micrometer
5. Lensa objektif
6. Penjepit
7. Diafragma
8. Cermin
9. Kaki/dasar
10.  Lengan
11.  Kaca benda
12.  Penutup
13.  Cawan petri

Keterangan gambar 2 :
1. Dinding sel
2.  Inti sel
  
Pembahasan
          Mikroskop mempunyai beberapa bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsi masing-masing, antara lain :
1.      Bagian optic, Terdiri dari :
a.       Lensa objektif : terpasang pada revolver dan berdekatan dengan benda yang diamati .
b.      Lensa okuler : terletak pada bagian atas mikroskop yaitu dekat dengan mata.
c.       Lensa kondensor : berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke arah benda atau preparat yang akan diamati.
d.      Cermin : berfungsi untuk memantulkan cahaya kearah objek yang akan diamati.
2.      Bagaian non-optic, Terdiri dari :
a.       Kaki dasar atau basis : berfungsi untuk membuat mikroskop berdiri tegak.
b.      Lengan/pilar : berfungsi untuk mengatur kedudukan mikroskop.
c.       Meja benda : berfungsi untuk meletakan benda/objek yang akan diamati.
d.      Sekrup penggerak sediaan : berfungsi menggerakkan sediaan atau preprat kearah kiri atau kanan.
e.       Sekrup pengatur jarak teropong dengan preparat, untuk mengatur jumlah besar(makrometer) dan jumalah(micrometer).
3.      Di dalam sel Sumbucus.st.stem terdapat beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing antara lain :
a.       Dinding sel : adalah struktur di luar membran plasma yang membatasi ruang bagi sel untuk membesar. berfungsi memberi bentuk pada sel dan melindungi sel.
b.      Inti sel : bagain adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen..






  

 
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
          Berdasarkan hasil pratikum yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Mikroskop adalah alat optic untuk mengamati benda-benda yang sangat kecil(renik) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
2. Benda yang diamati mengalami perbesaran sebanyak dua kali.
3. Mikroskop terdiri dari dua bagain yaitu bagian optic(lensa kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler) dan bagain non-optic(kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.).

Saran
          Sebaiknya dalam menggunakan mikroskop harus berhati-hati baik dalam mengangkat maupun menggunakannya. Karna mikroskop termasuk barang yang mahal.   Sebaiknya dalam praktikum harus tepat waktu, karna jika tidak tepat waktu akan merugikan yang lain.

 


 
DAFTAR PUSTAKA
Halim,J . 2002. Alat Pratikum Histologi. EGC : Jakarta.
Purwanto,Budi. 2006. Semesta Fenomena Fisika 2. Platinum : Jogjakarta.
Sudarno. 1994. Ringkasan Biologi. Ganeca Excat : Bandung.
Taranggono,Agus,dkk. 2001. Fisika 2. Bumi Aksara : Jakarta.
Syamsuri,Istamar. 2004. Biologi.Erlangga : Jakarta

Senin, 03 Desember 2012

JARINGAN TUMBUHAN


 
JARINGAN TUMBUHAN 
(Laporan Praktikum Biologi Pertanian)








Oleh :
Fahru Baharudin Asnawi
EID312043
                                                                       Kelompok IV







PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2012 



 
 

PENDAHULUAN
Latar belakang
            Dalam dunia tumbuhan, 420jt tahun yang lalu muncul tumbuhan darat. Sejak itu tumbuhan darat berevolusi dengan cepat serta mengembangkan struktur yang lebih rumit dibandingkan dengan alga, yakni membentuk jenis sel, jaringan dan organ.
            Secara umum dunia tumbuhan dibagi menjadi tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) dan tumbuhan yang tidak berpembuluhan (Thallophyta). Tumbuhan berpembuluh dibagi menjadi 2 kelompok, yang pertama mempunyai alat reproduksi tersembunyi sebagaimana di temukan pada paku-pakuan. Kelompok kedua mencakup tumbuhan berbiji atau spermatophyta. Tumbuhan berbiji atau spermatophyta dibagi menjadi 2 yaitu tumbuhan berbji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). Angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang paling akhir muncul. Tumbuhan ini membentuk bagian utama dari vegetasi alam dan yang dibudidayakan di bumi.
            Tumbuhan terdiri atas banyak lapisan sel, dan dibedakan atas berbagai fungsi kegiatan hidup. Sel-sel yang memiliki bentuk, susunan dan fungsi yang sama disebut jaringan.
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatolog.
Jaringan dimiliki oleh organisme yang telah memiliki pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga ("ganggang") dan fungi ("jamur"), tidak memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah dan sporofor. Tumbuhan lumutdapat dikatakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki jaringan pembuluh yang jelas. 
Tujuan
            Tujuan dari pratikum ini adalah untuk mengenal beberapa jaringan pada tumbuhan Angiospermae.





 
TINJAUAN PUSTAKA
            Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan tetapi, pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, pembelahan sel menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Jaringan khusus tersebut tetap bersifat embrionik dan selalu membelah diri. Jaringan embrionik ini disebut meristem. Pada dasarnya, pembelahan sel dapat pula berlangsung pada jaringan lain selain meristem, seperti pada korteks batang, tetapi pembelahannya sangat terbatas.
            Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdiri atas organ pokok yaitu akar, batang dan daun. Organ tersusun oleh beberapa jaringan, dan jaringan disusun oleh beberapa sel yang mempunyai bentuk, struktur, serta fungsi yang sama. Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu :
1.      Jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan pada tumbuhan yang selalu mengalami pembelahan diri secara terus menerus. Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a.       Meristem apikal, terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar.
b.      Meristem interkalar, terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau family rumput-rumputan.
c.       Meristem llateral,, terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya  adalah cambium dan cambium gabus (felogen).
Berdasarkan asal-usulnya, meristem dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a.       Meristem primer, sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik (contoh: meristem apikal). Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambah panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
b.      Meristem sekunder, sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu. Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.
2.      Jaringan permanen (jaringan dewasa)
Jaringan permanen atau jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain:
·        Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri
·        Mempunyai ukuran sel yang relatif besar dibandingkan sel-sel meristem
·        Mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel
·        Kadang-kadang selnya telah mati
·        Selnya telah mencapai penebalan dinding sesuai dengan fungsinya
·        Di antara sel-selnya dijumpai ruang antarsel
Jaringan permanen atau jaringan dewasa di bedakan atas :
1.      Jaringan pelindung
a.       Jaringan epidermis
Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan, seperti: daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam. bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. Ciri khas sel epidermis adalah sel-selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin. Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivate epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, dan sel silica.
            b.      Jaringan gabus
Dinding selnya mengandung suberin, sel mati dan kosong. Berfungsi untuk protektif atau pelindung.
2.      Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran, maupun fungsinya berbeda-beda. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan penting dalam proses regenerasi.Sel-sel parenkim yang telah dewasa dapat bersifat meristematik bila lingkungannya memungkinkan. Jaringan parenkim terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar, mesofil daun, daging buah, dan endosperma biji. Sel-sel parenkim juga tersebar pada jaringan lain, seperti pada parenkim xilem, parenkim floem, dan jari-jari empulur. Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta lentur. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim xilem. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat. Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Sel parenkim memiliki banyak fungsi, yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis, penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme lain. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya, misalnya sel yang berfungsi untuk fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa larutan dalam vakuola, cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). Sel parenkim merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan. Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan, oleh karena itu jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar.
3.      Jaringan penyokong(penguat).
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi :
a.       Kolenkim : tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis, artinya mampu membentang, tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh. Kolenkim terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga, buah, dan akar. Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel parenkim. Sel – sel kolenkim dindingnya terdiri atas selulosa.
b.      Sklerenkim : Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan serabut sel – selnya panjang. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim, sedangkan serabut berasal dari sel - sel meristem. Sklereid terdapat di berbagai bagian tubuh. Sel – selnya membentuk jaringan yang keras, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun. Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut.
4.      Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut terdiri dari :
a.       Xilem : Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang. Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun.
b.      Floem : Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim. Tersusun atas beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim. Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.





 
BAHAN DAN METODE
Alat dan bahan
Alat
Alat yang di gunakan dalam pratikum ini adalah :
1.      Mikroskop, kaca benda dan kaca penutup
2.      Cutter/silet
3.      Kain planel
4.      Buku gambar, alat tulis dan pensil warna
Bahan
Bahan yang digunakan dalam pratikum ini adalah :
1.      Tanaman jagung (Zea mays)
2.      Tanaman kacang hijau (Vigna radiatus)
3.      Tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.)
4.      Tanaman kacang nagara/tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp)
Waktu dan tempat
            Pratikum ini dilaksanakan pada hari senin, 1 Oktober 2012, pada\ pukul 11.00-12.00 WITA, bertempat di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur kerja
1.      Menyiapkan mikroskop, kaca benda dan kaca penutup pada posisi yang tepat.
2.      Menyiapkan masing-masing preparat yang akan diamati di bawah mikroskop.
3.      Mengamati bentuk dan gambarkan hasil pengamatan dan lengkapi gambar dengan keterangan yang jelas.



 
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
A.    Jagung (Zea mays)
keterangan ;
1.      Bulu
2.      Epidermis
3.      Floem
4.      Xilem







B.     Tanaman kacang hijau (Vigna radiatus)
keterangan :
1.      Bulu
2.      Epidermis
3.      Floem
4.      Xilem








C.     Tanaman kacang tanah(Arachis hypogaea L.)

keterangan :
1.      Epidermis
2.      Floem
3.      Xilem











D.     Tanaman kacang nagara(Vigna unguiculata L.)


 

      Keterangan :
1.      Epidermis
2.      Floem
3.      Xilem













PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan tampak adanya jaringan-jaringan pada batang tubuh tumbuhan, antara lain epidermis yang biasa disebut kulit luar, floem atau pembuluh tapis, xilem atau pembuluh kayu dan epidermis, ini menunjukkan bahwa pada akar, batang, dan daun pada tumbuhan memiliki jaringan didalamnya. Xilem dan floem disebut jaringan pengangkut yang terdapat pada berkas ikatan pembuluh. Berkas pembuluh yang bentuknya khas menghadap ke dalam disebut xilem. Tumbuhan diantara xilem dan floem terdapat kambium.
Jaringan-jaringan yang terdapat pada tumbuhan dikotil dan monokotil berbeda. Batang tanaman monokotil pada tanaman jagung terdiri atas tepi eksternal dan ditengah penuh empulur. Batang tanaman dikotil pada tanaman kacang tanah, kacang hijau dan kacang negara terdiri atas tiga daerah yaitu kulit, kayu, dan empulur.
Pada tanaman kacang hijau (Arachis hypogaea), kacang tanah (Vigna radiatus) dan kacang negara (Vigna unguiculata (L), terdapat lingkaran tahun sebagai akibat dari aktivitas kambium pada musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan jagung (Zea mays) sama sekali tidak memiliki lingkaran tahun, akan tetapi jagung memiliki xilem dan floem yang letaknya menyebar
Ada perbedaan atara tanaman monokotil dan tanaman dikotil. Tanaman monokotil berakar serabut, batang antara ujung akar dengan kalpira jelas, partikel terdiri dari beberapa lapisan sel berdinding tebal, tidak memiliki cambium, letak berkas pengangkut tetap berselang seling. Batangnya tidak bercabang, pembuluh angkut tersebar, tidak memiliki jaringan empulur, tidak dapat di bedakan korteks dan empulur, mempunyai meristem interkela. Perpotongan daun sejajar atau melengkung dan tidak memiliki jaringan tiang.
Sedangkan tanaman dikotil berakar tunggal, batas antara ujung dengan kalpira tidak jelas, partikel terdiri dari suatu sel berdinding tebal, kambium tampak seperti maristem sekunder, letak berkas pengangkut tidak berselang seling. Batangnya bercabang pembuluh angkut teratur, ada cambium antara xilem dan floem, memiliki jaringan empulur, dapat dibedakan antar daerah korteks dan empulur, tidak mempunyai meristem interkalar. Perpotongan daun menjaring atau menyirip dan memiliki jaringan tiang.







 
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa :
1.    Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama.
2.    Jaringan berdasarkan perkembangannya ada dua yaitu jaringan meristematis dan jaringan permanen.
3.    Jaringan permanen (dewasa) dibedakan atas :
1.    Jaringan pengangkut, terdiri dari xilem dan floem.
2.    Jaringan pelindung, terdiri dari epidermis dan gabus.
3.    Jaringat penguat, terdiri dari klerenkim dan sklerenkim.
4.    Jaringan parenkim.
Saran
Sebaiknya setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam memotong objek yang akan diamati haruslah tipis dan rapi. Bahan tanaman yang akan digunakan sebagai objek sekiranya berumur ± 3 minggu, agar jaringan yang ada di dalam tanaman tersebut dapat terlihat dengan jelas.




 
DAFTAR PUSTAKA
Edel, Anton. 2000. Pintar biologi. Jakarta: Gita media.
Estiti, Chidayah. 1995. Antomi tumbuhan berbiji. Bandung: ITB.
Haryati, Daroji. 2009. Jelajah fakta biologi 2. Jakarta: Tiga serangkai.
Kimball, J.W. 1983. Biologi jilid 1 edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Kimball, J.W. 1992. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Mader, S.S. 2004. Biologi. Boston: Mcgrow hill.
Pratiwi, dkk. 2006. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Saktiyono. 1999. Seribu pena biologi. Jakarta: Erlangga.
Winatasasmita, D. 1986. Fisiologi hewan dan tumbuhan. Jakarta: Karunika.
Yatim, Wildan. 1982. Biologi. Bandung: Tarsito.