Selasa, 04 Desember 2012

SEL TUMBUHAN


SEL TUMBUHAN
(laporan pratikum biologi pertanian)







Oleh :

Fahru Baharudin Asnawi

EID312043

Kelompok IV





PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2012




PENDAHULUAN
Latar belakang
            Saat ini perhatian biologi modern di tujukan ke sel dan molekul-molekulnya. Setelah Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop maka sitologi atau ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang sel berkembang pesat.
            Seluruh makhluk hidup tersusun atas sel. Sel adalah unit dasar kehidupan. Dalam kingdom monera dan protista keseluruhan organisme terdiri atas sel tunggal.organisme adalah susunan yang luar biasa kompleks dari sel-sel yang bisa triliunan banyaknya.
            Pada tahun 1665, seorang berkebangsaan inggris Robert hooke(1635-1703) mengamati sayatan tipis gabus botol dengan mikroskop yang amat sederhana dan yang ia buat sendiri, yang terlihat olehnya adalah struktur yang terdiri dari ruang kecil-kecil yang dinamakannya sel (cellula,ruangkecil) namun karna yang diamati oleh Hooke itu merupakan sel mati, sel tersebut tidak melihatkan bagian-bagian selnya. Teori tentang sel di kemukan pertamakali oleh ahli botani jerman Jacob schleiden(1804-1880), pada tahun 1838 dia berpendapat bahwa semua tubuh tumbuhan terdiri atas sel-sel. Setahun kemudian pendapat ini di perluas oleh T.Schwann(1810-1882) yang mengemukakan bahwa semua makhluk hidup tersusun dari sel-sel. Teori selanjutnya dikemukakan oleh R.Virchow(1821-1912), menurut Virchow sel hanya dapat terjadi dari sel yang sudah ada.
Sel memiliki bagian-bagian tertentu yang dapat membedakan mana sel yang mati dan mana sel yang hidup. Sel yang mati tidak memiliki nukleus atau inti sel, sedangkan sel yang hidup memiliki nukleus atau inti sel. Selain memiliki nukleus sel tumbuhan juga memiliki beberapa bagian seperti dinding sel yang berfungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel, dan juga ada sitoplasma yang berfungsi sebagai tempat berbagai reaksi sel. Sel tumbuhan mengonsumsi makanan dan mengubahnya kedalam bahan selulosa.

Tujuan
            Tujuan dari pratikum ini adalah untuk mengamati dan mengenali bentuk sel mati dan bagian sel yang hidup pada tumbuhan.




TINJAUAN PUSTAKA
            Sel merupakan unit terkecil dari makhul hidup. Pada tumbuhan, sel di bagi menjadi 2 bagian yaitu sel yang hidup dan sel yang mati. Sel yang hidup memiliki inti sel atau nukleus dan sel yang mati tidak memiliki inti sel atau nukleus. Jika diamati dengan mikroskop sel yang hidup berbeda dengan sel yang mati, sel yang hidup jika diamati maka bagian-bagian dari sel tersebut terlihat jelas, sedangkan sel yang mati jika diamati maka bagian-bagian dari sel tersebut tidak terlihat atau kosong seperti kamar-kamar.
Sel tumbuhan memiliki bagian-bagaian dan fungsinya masing-masing antara lain:
1.      Dinding sel : berfungsi untuk melindungi sel dan berfungsi untuk memberi bentuk pada sel.
2.      Sitoplasma : merupakan tempat berbagai reaksi sel. Di dalam sitoplasma terdapat beberapa bagian sel, antara lain :
a.       Mitokondria : berfungsi sebagai tempat respirasi, penyimpanan dan pembentukan energi, mitokondria juga biasa di sebut dengan “the power house of cell”.
b.      Lisosom : berfungsi sebagai tempat pembuatan enzim pencernaan.
c.       Ritikulum endoplasma(RE) : berfungsi mensintesis protein yang kasar maupun yang halus.
d.      Ribosom : berfungsi membantu ritikulum endoplasma(RE) mensintesis protein.
e.       Vacuola : hanya terdapat pada sel tumbuhan.
f.        Plastida : di dalamnya terkandung klorofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis.
g.       Badan golgi : berfungsi secara aktif di dalam sekresi dan sintesis polisakarida.
3.      Inti (nukleus) : adalah tempat yang berfungsi untuk mengatur semua aktivitas sel, mangatur sintesis protein, dan mengatur reproduksi sel.
4.      Epidermis : pada tumbuhan epidermis merupakan jaringan penyusun tubuh yang paling luar, umumnya terdiri dari selapis sel saja dengan dinding tebal berlapis kutikula menghadap ke udara. Untuk mencegah penguapan air yang terlalu besar kadang-kadang masih terdapat lapisan lilin atau rambut-rambut yang berfungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan, sehingga epidermis disebut juga jaringan pelindung. Di antara epidermis tersebut terdapat alat tambahan yang disebut derivate epidermis, berupa rambut daun(trikoma), mulut daun(stomata), dan sel kipas.
5.      Membran sel : berfungsi mengatur pengangkutan zat lintas membran.
Ada beberapa perbedaan anatara sel tumbuhan dan sel hewan, antara lain :
1.      Sel hewan :
a.       Tidak memiliki dinding sel dan hanya mempunyai membran sel.
b.      Tidak memiliki Vakuola.
c.       Tidak memiliki Plastida.
d.      Memiliki Lisosom.
e.       Sentrosom jelas.
2.      Sel tumbuhan :
a.       Memiliki membran sel dan dinding sel yang tebal dan kaku.
b.      Memiliki Vakuola.
c.       Memiliki Plastida.
d.      Tidak memiliki Lisosom
e.       Sentrosom tidak jelas.
            Setiap sel mampu bereproduksi melalui proses pembelahan. Pembelahan sel berlangsung melalui cara-cara sebagai berikut, antara lain :
1.      Pembelahan Amitosis
Amitosis adalah pembelahan langsung, tanpa melalui tahapan-tahapan pembelahan. Proses pembelahannya di mulai dengan kariokinesis yang diikuti sitokinesis. Pembelahan semacam ini terjadi pada makhluk hidup bersel satu misalnya, amoeba, protozoa, ganggang bersel satu dan bakteri. Amitosis juga sering disebut pembelahan biner, karna dapat menghasilkan dua buah sel yang identik.
1.      Pembelahan Mitosis :
Pembelahan mitosis adalah pembelahan yang terjadi terjadi pada sel tubuh. melalui tahapan-tahapan pembelahan sel yang saling berurutan, yaitu :
a.       Profase : sentriol menuju ke sisi yang berlawanan, berbentuk benang-benang gelendong, kromosom menabal serta membran inti dan nukleus menghilang.
b.      Metafase : kromosom sejajar pada bidang ekuator dan terlihat benang-benang dari sentromer ke sentriol.
c.       Anafase : sentromer membelah dan kromatid menuju ke sentriol.
d.      Telofase : sitoplasme membelah, kromosom menebal, membran nukleus muncul kembali.
2.      Pembelahan miosis :
Pembelahan miosis adalah pembelahan yang mempengaruhi kromosom sehingga jumlahnya jadi berkurang. Pembelahan miosis juga di sebut pembelahan reduksi. Pembelahan miosis terdiri dari 2 tahap yaitu miosis I yang terdiri dari profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I, dan miosis II yang terdiri dari profase II, metafase II, anafase II, telofase II.



 
BAHAN DAN METODE
Bahan dan alat
Alat
Alat yang digunakan dalam pratikum ini adalah :
1.      Mikroskop, kaca benda dan kaca penutup.
2.      Silet/cutter.
3.      Kain planel.
4.      Buku gambar dan alat tulis/pensil warna.
Bahan
Bahan yang di gunakan dalam pratikum ini adalah :
1.      Air(jika di perlukan)
2.      Penampang melintang sel gabus batang ubi kayu (Manihot utilisima).
3.      Penampang melintang sel sawi (Brassica juncea L.).
4.      Penampang melintang sel bayam (Amaranthus tricolori).
5.      Penampang melintang kunyit (Curcuma domestica)
6.      Penampang melintang Hydrilla verticillata.
Prosedur kerja
1.      Menyiapkan mikroskop, kaca benda dan kaca penutup pada posisi yang tepat.
2.      Menyiapkan masing-masing preparat yang akan diamati di bawah mikroskop sesuai caranya.
3.      Mengamati bentuk sel, bagian-bagian sel yang hidup dan gambarkan hasil pengamatan yang dilakukan di bawah mikroskop tadi.
4.      Melengkapi gambar dengan keterangan yang jelas, buatlah pembahasan hasil pengamatan dan kesimpulan.

Waktu dan tempat
            Pratikum ini dilaksanakan pada hari senin, 24 september 2012, pada pukul 11.00-12.00 WITA, bertempat di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.



HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
A.    Penampang melintang sel gabus batang ubi kayu(Manihot utilisima).
keterangan :
1.      Epidemis.
2.      Sel.
3.      Rongga.


B.     Penampang melintang sel sawi(Brassica juncea L.)


 
                                     Keterangan :
1.      Epidermis.
2.      Inti sel.
3.      Rongga.


C.    Penampang melintang sel bayam(Amaranthus tricolor).
keterangan :
1.      Epidermis.
2.      Sel.
3.      Rongga.


D.    Penampang melintang kunyit(Curcuma domestica)
keterangan :
1.      Epidermis.
2.      Inti sel.
3.      Rongga.



E.     Penampang melintang Hydrilla verticillata.
Keterangan :
1.      Dinding sel.
2.      Inti sel.
3.      Rongga.


                                                                                                      
Pembahasan
            Pada tumbuhan sel di bagi menjadi 2 bagian yaitu sel yang mati dan sel yang hidup. Sel yang mati tidak memiliki inti sel atau nukleus dan jika di amati dengan mikroskop bagian-bagian dari sel yang mati tersebut tidak terlihat atau kosong seperti kamar-kamar. Sedangkan, sel yang hidup memiliki inti sel atau nukleus dan jika diamati dengan mikroskop bagian-bagian dari sel hidup tersebut terlihat dengan jelas.
Penampang melintang sel gabus batang ubi kayu(Manihot utilisima).
Sel gabus pada ubi kayu merupakan sel mati seperti yang telah diamati oleh Robert Hooke. Dari hasil pengamatan yang saya lakukan, saya dapat menyatakan bahwa sel gabus ubi kayu merupakan sel mati karena tidak memiliki isi, tidak memiliki inti sel, dan tidak ada aktifitas yang terjadi dalam sel tersebut, sehingga ruang antar selnya nampak kosong. Bentuk sel ini menyerupai kotak persegi delapan.
Pada sel gabus(isi sel mati) tidak tampak nukleus, plastida, maupun vakuola sentral. Sebagaimana pada sel hidup, antar sel mati terpisah oleh lamella tengah, hanya saja pada sel mati lamela tengah terlihat lebih jelas. Lignifikasi telah membuat protoplas dalam sel tersebut mati total, sel
gabus itu mengeras dan menggembung (selulosa menjadi lignin), dinding
sekunder membesar (karena zat pembentuk dinding yang tersimpan dalam
dinding primer) sehingga dinding primer dan lamela tengah hanya tampak seperti
garis-garis saja.

Penampang melintang sel sawi(Brassica juncea L.).
Sel sawi adalah sel yang memiliki inti sel, dan epidermis. Dari hasil pengamatan yang saya lakukan, saya dapat menyatakan bahwa sel sawi ini adalah sel hidup karna sel sawi ini memiliki inti sel dan adanya aktivitas di dalam sel tersebut. Bentuk sel ini bulat tidak beraturan dan berwarna putih kehijauan.
Penampang melintang sel bayam(Amaranthus tricolor).
Sel bayam adalah sel mati sama halnya sel gabus ubi kayu. Dari hasil pengamatan yang saya lakukan, saya dapat menyatakan bahwa sel bayam ini merupakan sel mati karna tidak memiliki inti sel(nukleus) dan tidak memiliki aktifitas di dalamnya. Bentuk ini bulat tidak beraturan dan berwarna kehijauan.
Penampang melintang sel kunyit(Curcuma domestica).
Sel kunyit ini adalah sel yang memiliki inti sel(nukleus) dan epidermis. Dari hasil pengamatan yang saya lakukan, saya dapat menyatakan bahwa sel kunyit ini adalah sel hidup karna memiliki inti sel dan adanya aktifitas di dalam sel. Bentuk sel kunyit ini bulat tidak beraturan dan berwarna kekuningan.
Penampang melintang Hydrilla verticilata.
Sel Hydrilla verticilata ini adalah sel yang memiliki inti sel dan dinding sel. Dari hasil pengamatan yang saya lakukan saya dapat menyatakan bahwa sel Hydrilla verticilata ini adalah sel hidup karna sel ini memiliki inti sel(nukleus) dan adanya aktifitas di dalam sel. Bentuk sel Hydrilla verticilata ini bulat tak beraturan dan berwarna kehijauan.


KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
            Berdasarkan hasil pratikum yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup, yang menyusun makhluk hidup.
2.      Sel terbagi 2, ada sel hidup dan ada sel mati.
3.      Sel tumbuhan memiliki dinding sel, sitoplasma dan inti sel.

Saran
Sebaiknya dalam  menggunakan mikroskop harus berhati-hati baik dalam mengangkat maupun menggunakannya, karna mikroskop merupakan barang yang mahal. Sebaiknya dalam melihat hasil pengamatan di mikroskop tidak berebutan dan harus bergantian.





DAFTAR PUSTAKA
Mariyanto, ismail. 1997. Buku saku ilmu biolog. Surabaya: Sic.
Fried, George H. 2006. Teori dan soal-soal biologi. Jakarta: Erlangga.
Haryati, Daroji. 2009. Jelajah fakta biologi 1. Jakarta: Tiga Serangkai.
Tjitros, Sutarmi dkk. 1984. Botani umum 1. Bandung: Angkasa.
Saktiyona. 1999. Seribu pena biologi. Jakarta: Erlangga.
Idol, Antoni. 2001. Buku pintar biologi. Surabaya: Gitamedia Press.
Siregar,A. 1990. Biologi sel. Bandung: ITB.

1 komentar: