Kamis, 06 Desember 2012

ORGAN DAN SITEM ORGAN

ORGAN DAN SISTEM ORGAN
(Laporan Pratikum Biologi Pertanian)






Oleh :
 Hafidi syahmi
E1D312011
kel 2



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2012





 
PENDAHULUAN
Latar belakang
Seperti layaknya makhluk hidup yang lain tumbuhan pun memiliki organ-organ penyusun tubuh seperti akar, batang, daun, dan bunga.
Pada proses pembelahan, pembesaran dan diferensiasi sel-sel terorganisasi menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk organ-organ, selanjutnya kumpulan oragan membentuk sistem organ dan menjadi tubuh tumbuhan bersel banyak (multiseluler).
Sifat dari tumbuhan bersel banyak adalah adanya tingkatan koordinasi dan korelasi yang tinggi antara komponen organ, jaringan dan sel-sel. Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, atau mempunyai bentuk yang berbeda dan fungsi yang sama atau bentuk yang sama dan fungsi yang berbeda. Semua jaringan tumbuhan umumnya dibagi menjadi 2 tipe yaitu jaringan meristematik dan jaringan permanen. Jaringan meristematik (muda) dan jaringan permanen (dewasa) bersama-sama membentuk organ-organ tumbuhan yaitu : akar, batang  daun dan organ reproduksi (bunga, buah dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan (Angiospermae).
Beberapa macam jaringan dengan fungsi yang sejenis akan membentuk suatu alat tubuh. Alat tubuh makhluk hidup disebut dengan organ, selanjutnya kesatuan yang berasal dari beberapa organ yang melaksanakan suatu aktivitas (peranan) secara bersama-sama akan membentuk suatu sistem yang biasa disebut dengan sistem organ.
Sistem organ yang terdapat pada tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji melakukan suatu sistem pengangkutan (transportasi). Sistem transportasi tumbuhan melibatkan jaringan-jaringan pengangkut yang terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Sistem pengangkutan dimulai dari akar, batang, sampai ke daun.

Tujuan
            Tujuan dari pratikum ini adalah untuk mengetahui dan mengenal organ-organ tumbuhan (akar, batang, daun, bunga, dan buah) beserta bagian-bagianya pada tumbuhan Angiospermae.









 
TINJAUAN PUSTAKA
            Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan yang bekerjasama membentuk suatu alat tubuh.
Organ pokok tumbuhan tinggi terdiri atas tiga macam :
1.      Akar
Akar merupakan struktur tumbuhan yang terdapat didalam tanah. Akar berfungsi menancapkan tumbuhan pada tempat hidupnya dan menyerap air, garam, dan mineral dari dalam tanah. Pada bagian ujung akar, terdapat meristem apikal yang memungkinkan untuk berkembangnya akar. Meristem apikal ditutupi oleh tudung akar yang berasal dari sel-sel perenkim.
Pada kelompok tumbuhan berbiji, ada dua sistem perakaran, yaitu :
a.       Sistem perakaran tunggang : sistem perakaran tunggang mempunyai bagian berukuran besar yang disebut akar utama. Disekitar akar utama, tumbuh akar-akar kecil sebagai akar cabang. Jadi sistem perakaran tunggang terdiri atas akar utama dan akar cabang. Sistem perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil.
b.      Sistem perakaran serabut : sistem perakaran serabut tidak mempunyai akar utama. Akar tumbuh dari pangkal batang dan bercabang-cabang membentuk struktur.
Secara anatomi, akar tersusun dari beberapa bagian, antara lain :
a.       Epidermis : Epidermis terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Pada permukaan luar epidermis, terdapat rambut akar yang berfungsi memperluas bidang penyerapan serta penyerap air dan garam mineral.
b.      Korteks : Di sebelah dalam epidermis, terbentuk suatu lapisan yang terdiri atas sel-sel parenkim yang disebut korteks. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Korteks berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
c.       Endodermis : korteks dan silinder pusat dibatasi oleh selapis sel yang disebut endodermis. Dinding sel endodermis mengalami penebalan lignin dan suberin. Penebalan ini membentuk struktur seperti pita yang disebut pita caspar. Penebalan ini memyebabkan dinding sel endodermis tidak dapat ditembus air dan hara lainya.
d.      Silinder pusat : silinder pusat terletak disebelah dalam endodermis. Pada silinder pusat terdapat berkas pengangkut dan jaringan-jaringan lainya. Di lapisan luar dari silinder pusat terdapat parisikel atau perikambium. Aktivitas parisikel membentuk cabang-cabang akar. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang tersusun secara teratur membentuk jari-jari atau radial. Pada akar tumbuhan dikotil, xilem berbentuk bintang dan berada di pusat akar. Pada akar tumbuhan monokotil, letak xilem dan floem berselang-seling membentuk lingkaran.
2.      Batang
Batang adalah organ penghubung akar dan daun. Batang berfungsi untuk menegakan tubuh tumbuhan. Batang mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan akar. Pada batang, terdapat buku dan ruas. Buku merupakan tempat merekatnya daun, sedangkan ruas merupakan bagian batang di antara dua ruas.
Struktur anatomi batang mirip dengan akar, yaitu terdiri dari :
a.       Epidermis : jaringan epidermis batang umumnya terdiri atas selapis sel, tersusun rapat tanpa ruang atarsel, dan mempunyai kutikula.
b.      Korteks : tersusun atas sel-sel parenkim berdinding tipis. Letak sel-sel parenkim tidak teratur dan mempunyai banyak ruang antar sel. Selain itu, didalam korteks terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi untuk menyokong dan memperkuat batang. Pada batang muda mempunyai kolenkim sebagai penyokong dan terdapat klorofil untuk fotosintesis. Pada batang tua, kolenkim akan berganti dengan sklerenkim dan tidak ada lagi klorofil.
c.       Endodermis : tidak pada akar, lapisan endodermis batang tidak begitu jelas dan menyatu dengan korteks.
d.      Silinder pusat (stele) : terletak disebelah dalam korteks. Di dalam stele terdapat sel-sel parenkim dan berkas pengangkut(xilem dan floem). Pada batang dikotil, berkas pengangkut letaknya beraturan membentuk lingkaran. Di antara xilem dan floem, terdapat kambium. Pembelahan kambium kearah luar membentuk floem sekunder dan kearah dalam membentuk xilem sekunder. Karena kativitas kambium inilah, batang dikotil dapat bertambah besar. Pada batang monokotil, berkas pembuluh menyebar tidak teratur dan tidak mempunyai kambium. Karena tidak memiliki kambium, batang monokotil tidak dapat bertambah besar.
3.      Daun
Umumnya daun berwarna hijau, berbentuk lebar dan pipih. Bagian yang tipis melebar disebut lembaran daun. Lembaran daun dapat berbentuk bulat, panjang, dan lancip. Pada lembaran daun terdapat tulang-tulang daun. Tulang daun pada tumbuhan monokotil berbentuk melengkung sejajar sedangkan tulang daun pada tumbuhan dikotil berbentuk menyirip dan menjari.
Berdasarkan susunannya daun dibedakan atas :
a.       Daun tunggal : apabila pada satu tanggai daun terdapat satu helai daun.
b.      Daun majemuk : apabila pada satu tanggai terdapat beberapa helai daun.
Struktur anatomi daun terdiri atas :
a.       Epidermis : epidermis daun terdapat di permukaan atas maupun bawah, umumnya terdiri atas selapis sel yang dinding selnya mengalami penebalan kutikula. Pada epidermis terdapat celah atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Celah atau pori itu disebut stomata. Pada umumnya stomata terdapat pada kedua permukaan daun. Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.
b.      Mesofil : mesofil terletak di antara epidermis atas dan bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang (palisade) dan bunga karang (spon), sedangkan pada tumbuhan monokotil, mesofil tidak berdeferensiasi dan bentuknya seragam, sehingga tidak dapat dibedakan antara jaringan palisade atau jaringan spon.
c.       Berkas pengangkut : terdapat diantara jaringan bunga karang. Berkas pengangkut pada daun membentuk tulang daun. Fungsi tulang daun adalah untuk mengangkut air, garam dan mineral dari tanah dan mengedarkan hasil fotosintesis keseluruh tubuh tumbuhan.
4.      Bunga
Bunga merupakan organ tumbuhan yang berfungsi sebagai organ reproduksi generatif. Kelopak dan mahkota bunga pada tumbuhan dikotil berkelipatan 2, sedangkan kelopak dan mahkota bunga pada tumbuhan monokotil berkelipatan 3. Jika bunga tidak memiliki perhiasan bunga, bunga itu disebut bunga telanjang. Bunga yang tidak memiliki benang sari disebut bunga betina. Bunga yang tidak memiliki putik disebut bunga jantan. Bunga yang memiliki putik dan benang sari disebut bunga hermaprodit.
Menurut bagian yang terdapat pada bunga, bunga dapat di bedakan menjadi dua kelompok yaitu :
a.       Bunga lengkap : yaitu bunga yang memiliki kelopak, mahkota, benang sari dan putik.
b.      Bunga tidak lengkap : yaitu jika salah satu bagian bunga tidak ada.
Struktur bunga terdiri dari :
a.       Kelopak : merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat dilingkaran luar, biasanya berwarna hijau. Pada waktu bunga masih kuncup, kelopak berfungsi sebagai selubungnya yang melindungi kuncup dari pengaruh-pengaruh luar. Helaian penyusun kelopak disebut sepal.
b.      Mahkota bunga : merupakan bagian bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Mahkota bunga mempunyai bentuk dan warna yang beraneka ragam. Mahkota bunga berfungsi menarik serangga untuk membantu penyerbukan. Helaian penyusun mahkota disebut petal.
c.       Alat kelamin jantan : terdiri atas sejumlah benang sari (stamen). Alat kelamin jantan terletak di lapisan setelah mahkota bunga. Stamen memiliki kepala sari (anther) yang letaknya diujung tangkai sari (filamentum). Dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ruang sari (teka) yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari (pollen). Serbuk sari inilah yang disebut gamet jantan.
d.      Alat kelamin betina : alat kelamin betina (putik) dapat tersusun atas satu atau lebih daun buah. Putik tersusun atas beberapa bagian sebagai berikut :
·        Bakal buah (ovarium) : merupakan tempat terdapatnya sel telur. Letak ovarium pada dasar bunga dan bentuknya menggelembung.
·        Tangkai putik (stillus) : merupakan suatu saluran sempit untuk dilalui oleh serbuk sari ketika pembuahan. Tangkai putik berfungsi untuk menyokong kepala putik.
·        Kapala putik (stigma) : merupakan bagian yang paling atas dari putik. Pada umumnya kepala putik lengket dan berambut, karena merupakan tempat melekatnya serbuk sari ketika terjadi pembuahan.





 
BAHAN DAN METODE
Alat dan bahan
Alat
            Alat yang digunakan dalam pratikum ini adalah :
1.      Mikroskop, kaca benda dan kaca penutup
2.      Cutter/silet
3.      Kain planel
4.      Buku gambar, alat tulis dan pensil warna.
Bahan
Bahan yang digunakan dalam pratikum ini adalah :
1.      Tanaman jagung (Zea mays)
2.      Tanaman kembang merak (Caesalpinia pulcherima)
3.      Tanaman kembang sepatu (Hibicus sp)
Waktu dan tempat
            Pratikum ini dilaksanakan pada hari senin, 8 Oktober 2012, pada pukul 11.00-12.00 WITA, bertempat di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur kerja
1.      Menuliskan nama spesies dan suku dari specimen yang digunakan.
2.      Mengamati organ-organ (akar, batang, daun, bunga, dan buah) dengan memperhatikan bagian masing-masing.
a.       Akar
-         Sitem perakaran (tunggang/serabut)
-         Gambarkan secara skematis dan lengkapi keterangan bagian-bagiannya seperti : akar primer, leher akar, batang akar, cabang-cabang akar, ujung akar, serabut akar, tudung akar dan rambut-rambut akar.
b.      Batang
Gambarkan dan beri keterangan : buku-buku batang, ruas batang, daun (folium) dengan duduk daunnya dan daun penumpu.
c.       Daun
-         Daun (lengkap/tidak) : daun lengkap mempunyai upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina).
-         Gambarkan secara skematis dan lengkapi bagian-bagiannya seperti ujung daun, pangkal daun tepi daun, pertulangan daun dan ibbu tulang daun.
d.      Bunga
-         Jenis bunga (majemuk atau tunggal)
-         Gambarkan dan sebutkan bagiannya : ibu tangkai bunga, tangkai bunga, dasar bunga, daun pelindung, daun tangkai, seludung buang, daun kelopak dan kelopak bunga, daunh mahkota dan mahkota bunga, benang sari (stamen), dengan tangkai sari (filamentum) dan kepala sari (anther), putik (pistilum) dengan bakal buah (ovarium) tangkai putik (stylus) dan bakal biji (stigma).
e.       Buah
-         Jenis buah
-         Gambarkan dan sebutkan bagian-bagiannya.







 
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
A.     Tanaman jagung (Zae mays)


 
































·        Identifikasi daun jagung
Bunga daun: tunggal                  Ujung daun: meluncup
Pangkal daun: datar                  Daging daun: tipis
Warna daun: hijau muda            Permukaan daun: berbulu halus
Tulang daun : menyirip

B.     Tanaman kembang merak (Caesalpinia pulcherima)
 

·        Identifikasi daun kembang merak
Bunga daun : jamak                  Ujung daun : melengkung
Pangkal daun : datar                 Daging daun : tipis
Warna daun : hijau tua  Permukaan daun : halus
Tulang daun : menyirip

C.     Tanaman kembang sepatu (Hibiscus sp)
 
·        Identifikasi daun kembang sepatu
Bunga daun : tunggal                             Ujung daun : meluncup
Pangkal daun : melengkung                   Daging daun : tipis
Warna daun : hijau tua              Permukaan daun : kasar
Tulang daun : menyirip



PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan, tanaman jagung merupakan tumbuhan biji tunggal dan mempunyai ciri-ciri umum yaitu embrio mempunyai satu kotiledon, daun sempit dengan tulang daun sejajar, batang tidak bercabang tetapi beruas-beruas, jaringan pengangkut sedikit dan tersebar, tidak mempunyai kambium (kecuali familia liliceae). Jagung berasal dari kelas monocotyledonae (tumbuhan berkeping satu) atau sering disebut dangan tumbuhan berumah satu, yaitu tumbuhan yang menghasilkan bunga jantan dan bunga betina yang terpisah tapi masih berada dalam satu pohon. Bunga jantan tumbuh di bagian atas pohon berupa bilah-bilah yang mengandung serbuk sari. Bunga betina terdapat pada sisi diantara daun dan batang, mengalami penyerbukan dengan dibuahi oleh serbuk sari dan akan berkembang menjadi buah jagung. Daun jagung berbentuk mamanjang seperti pita dengan  urat daun yang sejajar serta terdapat ikatan pembuluh (jaringan pengangkut). Akar jagung merupakan akar serabut, yaitu akar yang keluar dari pangkal batang dan berbentuk seperti serabut.
Bunga kembang merak mempunyai struktur yang hampir sama dengan bunga sepatu. Yang membedakan adalah keadaan dan ukuran filamen dan anther. Pada kembang merak filamennya pendek bila dibandingkan dengan kembang sepatu. Benang sari pada kembang merak terlepas (tidak berlekatan satu sama lain) sedangkan pada kembang sepatu benang sarinya bersatu. Bunga merak mempunyai ciri-ciri yaitu warna mahkota bunga merah mencolok, mahkota dan kelopaknya berkelipatan lima atau empat. Bunga pada kembang merak dikatakan tidak sempurna karna hanya memiliki putik, kepala sari, benang sari, kelopak, dan mahkota bunga. Suatu bunga dikatakan sempurna bila bunga tersebut memiliki ibu tangkai bunga, tangkai bunga, daun kelopak, kelopak bunga, dasar bunga, daun pelindung, daun tangkai, seludang bunga, mahkota, benang sari dan putik.
Daun pada kembang merak merupakan daun majemuk yang mempunyai banyak daun pada satu tangkai utama yang kemudian terbagi lagi menjadi beberapa buah tangkai kecil yang ditumbuhi oleh daun-daun.
Dari pengamatan kembang sepatu, didapat ciri-cirinya yaitu embrio mempunyai 2 kotiledon, berakar tunggang, batangnya bercabang-cabang, berkas pengangkutan melingkar-lingkar, pertumbuhan sekunder, karena ada kambium.
Pada tumbuhan kembang sepatu, bunganya merupakan bunga yang hermaprodit yaitu bunga yang memiliki alat kelamin jantan (serbuk sari) dan alat kelamin betina (putik) dalam setiap kuntumnya. Begitu pula halnya dengan kembang merak. Daun pada kembang sepatu menunjukkan bahwa tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang tidak sempurna karena hanya mempunyai bagian tangkai dan helaian saja. Bunga kembang sepatu juga bisa dikatakan belum sempurna karena hanya memiliki putik, mahkota, bunga, kelopak, bunga, hipantium, dan kelopak tambahan.
Dilihat dari keberadaannya kembang sepatu bisa digolongkan ke dalam bunga tunggal, sedangkan bunga merak dilihat dari banyaknya bunga dalam satu tangkai dapat digolongkan sebagai bunga majemuk.






 
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa :
1.    Organ-organ pokok yang terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi adalah akar, batang , dan daun.
2.    Bunga dan buah merupakan hasil dari modifikasi organ pokok.
3.    Bunga di kelompokan menjadi dua yaitu bunga lengkap (sempurna) dan bunga tidak lengkap (tidak sempurna).
4.    Daun di bedakan atas dua kelompok yaitu daun tunggal dan daun majemuk.
5.    Akar di kelompokan menjadi dua yaitu akar tunggang dan akar serabut.
6.    Bunga kembang sepatu dan kembang merak masih belum bisa dikatakan sempurna.
Saran
Sebaiknya sebelum melaksanakan praktikum hendaknya praktikan memeriksa kembali bahan yang diamati sudah tersedia atau tidak, agar saat melaksanakan praktikum tidak ada kendala lagi dengan bahan yang akan diamati.








 
DAFTAR PUSTAKA
Brotowijoyo. 1994. Zoologi dasar. Erlangga: Jakarta.
F.Parlan. 1995. Panduan belajar biologi. Yudistira: Jakarta.
Haryati, Daroji. 2009. Jelajah fakta biologi I. Tiga serangkai: Jakarta.
Idel, Antoni. 2001. Buku pintar biologi. Gita media: Surabaya.
Pratiwi, A.D. 2000. Penuntun biologi. Erlangga: Jakarta.
Prawirahartono, Slamet. 2s002. Biologi I. Bumi aksara: Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar